Kamis, 09 Juni 2011

Penataan Ruang dan Lingkungan Belajar


A.    Penataan Ruang
Pembelajaran yang efektif dapat bermula dari iklim kelas yang dapat menciptakan suasana belajar yang menggairahkan, untuk itu perlu diperhatikan pengaturan/ penataan ruang kelas dan isinya, selama proses pembelajaran. Lingkungan kelas perlu ditata dengan baik sehingga memungkinkan terjadinya interaksi yang aktif antara siswa dengan guru, dan antar siswa. Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan oleh guru dalam menata lingkungan fisik kelas menurut Loisell (Winataputra, 2003: 9.22) yaitu:
a.       Visibility ( Keleluasaan Pandangan)
Visibility artinya penempatan dan penataan barang-barang di dalam kelas tidak mengganggu pandangan siswa, sehingga siswa secara leluasa dapat memandang guru, benda atau kegiatan yang sedang berlangsung. Begitu pula guru harus dapat memandang semua siswa kegiatan pembelajaran.
b.      Accesibility (mudah dicapai)
Penataan ruang harus dapat memudahkan siswa untuk meraih atau mengambil barang-barang yang dibutuhkan selama proses pembelajaran. Selain itu jarak antar tempat duduk harus cukup untuk dilalui oleh siswa sehingga siswa dapat bergerak dengan mudah dan tidak mengganggu siswa lain yang sedang bekerja.
c.       Fleksibilitas (Keluwesan)
Barang-barang di dalam kelas hendaknya mudah ditata dan dipindahkan yang disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran. Seperti penataan tempat duduk yang perlu dirubah jika proses pembelajaran menggunakan metode diskusi, dan kerja kelompok.
d.      Kenyamanan
Kenyamanan disini berkenaan dengan temperatur ruangan, cahaya, suara, dan kepadatan kelas.
e.       Keindahan
Prinsip keindahan ini berkenaan dengan usaha guru menata ruang kelas yang menyenangkan dan kondusif bagi kegiatan belajar. Ruangan kelas yang indah dan menyenangkan dapat berengaruh positif pada sikap dan tingkah laku siswa terhadap kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan.
Penyusunan dan pengaturan ruang belajar hendaknya memungkinkan anak duduk bekelompok dan memudahkan guru bergerak secara leluasa untuk membantu dan memantau tingkah laku siswa dalam belajar. Dalam pengaturan ruang belajar, hal-hal berikut perlu diperhatikan menurut Conny Semawan,dkk. (udhiezx.wordpress: 3) yaitu:
  • Ukuran bentuk kelas
  • Bentuk serta ukuran bangku dan meja
  • Jumlah siswa dalam kelas
  • Jumlah siswa dalam setiap kelompok
  • Jumlah kelompok dalam kelas
  • Komposisi siswa dalam kelompok (seperti siswa yang pandai dan kurang pandai, pria dan wanita).
Beberapa cara yang baik dalam menata ruang kelas menjadi lebih efektif,diantaranya:
v  Dalam menata kelas menjadi sentra belajar, sejumlah guru bidang studi melibatkan siswa terutama dalam perencanaan dan pengadaan sumber-sumber belajar yang diperlukan. Pelibatan siswa dalam merancang ruang kelas menjadi sentra-sentra belajar dapat membangun rasa kebanggaan dan kebersamaan di kalangan siswa.
v  Sistem moving-class (kelas berpindah) merupakan alternatif yang dapat ditempuh untuk mengefektifkan penataan ruangan kelas sebagai sentra belajar. Dalam sistem moving-class ini, ruang-ruang kelas tertentu ditata khusus untuk mendukung pembelajaran mata pelajaran tertentu. Ada kelas sains, kelas bahasa, kelas matematika, kelas kesenian, dan sebagainya. Kelas-kelas ini ditata menjadi semacam home-room atau sentra belajar khusus. Meja, kursi, peralatan, media, pajangan, dan berbagai aspek yang ada di kelas diatur sedemikian rupa sesuai kebutuhan dan karaketeristik pembelajaran mata pelajaran tertentu.
Penggunaan sistem moving-class memiliki beberapa keuntungan, sebagai berikut:
a.       Atmosfir dan tatanan kelas dapat memperlancar aktivitas dan proses pembelajaran. Semua elemen dalam kelas menjadi semacam reinforcer (penguat) dan stimulator untuk membangkitkan gairah dan aktivitas belajar terhadap mata pelajaran tertentu.
b.      Memungkinkan penggunaan sarana, fasilitas, serta berbagai media dan peralatan belajar secara lebih efisien. Media dan peralatan pembelajaran Sains, misalnya, tidak perlu ada di semua kelas, semua kebutuhan pembelajaran mata pelajaran tersebut cukup ditempatkan dan ditata khusus pada kelas tertentu. Demikian pula kebutuhan media dan alat bantu belajar pada mata-mata pelajaran lainnya ditata khusus pada kelas-kelas tersendiri.
c.       Setiap hari, siswa dapat menikmati dan mengalami proses belajar pada tempat dan lingkungan belajar yang bervariasi. Mobilitas gerak seperi Ini dapat menghindar¬kan siswa dari kejenuhan akibat tata ruang kelas yang monoton.
d.      Pergerakan-pergerakan yang dialami siswa saat perpindahan kelas memungkinkan terjadinya interkasi yang lebih aktif dan hidup di kalangan siswa. Ini dapat menstimulasi dan mengembangkan sikap-sikap empati, kerjasama, kepedulian, dan berbagai sikap prososial siswa lainnya.
B.     Lingkungan Belajar
1.      Pengertian Lingkungan Belajar
Sebelum membahas lebih lanjut tentang lingkungan belajar, penulis akan memaparkan sedikit pengertian belajar. Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam setiap penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan. Ini berarti bahwa berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan itu amat tergantung pada proses belajar yang dialami siswa, baik ketika ia berada disekolah maupun dilingkungan rumah atau keluarga sendiri.
Selanjutnya sebagai landasan untuk memberikan pemahaman yang lebih teoritis beberapa definisi tentang belajar sebagai berikut:
Ø  Belajar adalah suatu usaha. Perbuatan yang dilakukan secara sungguh-sungguh, dengan sistematis, mendayagunakan semua potensi yang dimiliki, baik fisik, mental serta dana, panca indra, otak dan anggota tubuh lainnya, demikian pula aspek-aspek kejiwaan seperti intelegensi, bakat, motivasi, minat, dan sebagainya.
Ø  Lyle, JR., Bruce R. Ekstrand mengatakan ”learning is any relatively permanent change change in behaviour traceable to experience and practice”belajar adalah perubahan tingkah laku yang relatif tetap yang diakibatkan oleh pengalaman dan latihan-latihan.
Ø  Guilford mengatakan ”learning is any cange in behavior resulling from stimulation” (belajar adalah perubahan tingkah laku yang dihasilkan dari rangsangan).
Ø  Belajar adalah suatu proses aktif, yang dimaksud aktif disini ialah bukan hanya aktivitas yang nampak seperti gerakan-gerakan badan, akan tetapi juga aktifitas-aktifitas mental, seperti proses berfikir, mengingat dan sebagainya.
Sedangkan yang dimaksud dengan lingkungan adalah sesuatu yang berada di luar diri anak didik dan mempengaruhi perkembangannya. Sebagian orang biasanya mengartikan lingkungan secara sempit, seolah-olah lingkungan hanyalah alam sekitar diluar diri manusia atau individu. Lingkungan itu sebenarnya mencakup segala material dan stimulus didalam dan di luar diri individu, baik yang bersifat fisiologis, psikologis maupun sosial kultural.
Lingkungan yang memungkinkan belajar siswa misalnya: gedung sekolah, perpustakaan, laboratorium, pusat sarana belajar, museum, taman, kebun binatang, rumah sakit, pabrik, dan tempat-tempat lain yang sengaja dirancang untuk tujuan belajar siswa atau yang dirancang untuk tujuan lain tetapi kita manfaatkan untuk belajar siswa-siswa kita. Dalam pendidikan, lingkungan merupakan salah satu faktor yang ikut menentukan keberhasilan dan kegagalan siswa dalam belajar. Apabila belajar dengan baik, tapi bila lingkungannya buruk maka mustahil dia bisa belajar dengan baik.
Dari beberapa definisi di atas dapat dikemukakan bahwa maksud lingkungan belajar adalah lingkungan tempat anak didik mendapat pendidikan atau tempat anak didik belajar yang sering disebut milieu atau environment.
2.      Jenis-jenis lingkungan belajar
Menurut Sartain lingkungan itu dibagi menjadi tiga bagian sebagai berikut:

ü  Lingkungan alam atau luar (external or physical environmet)
Yang dimaksud dengan lingkungan alam atau luar ialah segala sesuatu yang ada dalam dunia ini yang bukan manusia, seperti: air, iklim, hewan, dan sebagainya. Jadi, sesungguhnya sangat sukar bagi kita untuk menarik batas yang tegas antara ”diri kita sendiri” dengan ”lingkungan kita”.
ü  Lingkungan dalam (internal environment)
Yang dimaksud dengan lingkungan dalam ialah segala sesuatu yang termasuk lingkungan luar/alam. Akan tetapi makanan yang sudah di dalam perut kita, kita akan berada antara eksternal dan internal environment kita. Karena makanan yang sudah dalam perut kita sudah atau sedang dalam pencernaan dan peresapan ke dalam pembuluh-pembuluh darah. Makanan dan air yang telah berada di dalam pembuluh-pembuluh darah atau di dalam cairan limpa, mereka mempengaruhi tiap-tiap sel di dalam tubuh, dan benar-benar termasuk ke dalam internal environment atau lingkungan dalam.
ü  Lingkungan sosial atau masyarakat (social environmet)
Yang dimaksud dengan lingkungan sosial ialah semua orang atau manusia lain yang mempengaruhi kita. Pengaruh lingkungan sosial itu ada yang kita terima secara langsung dan ada yang tidak langsung. Pengaruh secara lengsung, seperti dalam pergaulan sehari-hari dengan orang lain, dengan keluarga kita, teman-teman kita, kawan sekolah, sepekerjan, dan sebagainya.
Juga perlu diketahui bahwa dari semua lingkungan masyarakat yang dapat digunakan dalam proses pendidikan dan pengajaran secara umum dapat dikategorikan menjadi tiga macam lingkungan belajar yaitu sebagai berikut:
a. Lingkungan sosial
Lingkungan sosial sebagai sumber balajar berkenaan dengan interaksi manusia dengan kehidupan masyarakat, seperti organisasi sosial, sdat dan kebiasaan, mata pencaharian, kebudayaan, pendidikan, kependudukan, struktur pemerintahan, agama dan sistem nilai.
b. Lingkungan alam
Lingkungan alam berkenaan dengan segala sesuatu yang sifatnya alamiah seperti keadaan geografis, iklim, suhu udara, musim, curah hujan, flora, fauna, sumber daya alam.
c. Lingkungan buatan
Lingkungan yang sengaja diciptakan atau dibangun manusia untuk tujuan-tujuan tertentu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Lingkungan buatan ini antara lain irigasi atau pengairan, bendungan, pertamanan, kebun binatang, perkebunan, penghijauan, dan pembangkit tenaga listrik.
3.      Syarat-syarat lingkungan belajar
Ruang belajar mempunyai peranan yang cukup besar dalam menentukan hasil belajar yang memenuhi hasil belajar seseorang. Setiap siswa hendaknya memilih ruang belajar yang memenuhi persyaratan fisik tertentu. Persyaratan yang diperlukan untuk ruang belajar adalah sebagai berikut:
a. Bebas dari gangguan
Vocsk mengatakan bahwa kesunyian tidaklah esensial untuk belajar dan tidak ada tempat yang mutlak sunyi. Tetapi, jika anda punya motivasi dan daya konsentrasi kuat, ditepi jalanpun bisa jadi sunyi buat anda. Kita tidak akan bisa memusatkan diri pada pelajaran apabila setiap kita sedang membaca buku atau menyelesaikan soal-soal, suara diluar demikian gaduhnya.
Ruang belajar juga harus bebas dari kemungkinan gangguan dari orang lain. Misalnya, jika kita belajar sambil menjaga toko tentu hasilnya tidak sebaik jika kita belajar tanpa kita sambil menjaga toko.
b. Sirkulasi dan suhu udara yang baik
Pada zaman modern ini, bagi mereka yang mampu tentu akan lebih baik menyediakan alat pengatur udara (AC). Namun jika tidak memiliki ruang yang sirkulasi udara yang cukup baik, maka carilah tempat dan waktu yang baik untuk itu. Suhu udara haruslah yang enak untuk diri anda, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Jika punya kamar sendiri dan kebetulan ventilasinya kurang baik, jangan segan-segan untuk membuat jendela.
c. Penerangan yang baik
Cahaya yang baik datangnya haruslah dari sisi atau atas kita dan bukan cahaya langsung. Cahaya yang jatuhnya kepermukaan buku secara tidak langsung. Cahaya yang jatuhnya kepermukaan buku secara tidak langsung, akan meringankan beban mata kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar